Minggu, 26 Februari 2017



TUGAS
METODE PENELITIAN & BIOSTATISTIK

DOSEN PENGAMPUH : Hetty Astri S.SiT.,M.Kes
                         Nofiandri, SKM.,M.Kes
                            
Description: D:\logo poltekes.jpg
OLEH

      NAMA       :KHUSNUL KHOTIMAH
                           SEMESTER   : IV (Empat)
                            NIM         : PTE 153011150056
   


POLTEKES KEMENKES TERNATE
PRODI D-IV KEBIDANAN
2017


A.    Pengetian Statistik
           Ada beberapa ilmuan yang menjelaskan tentang pengertian-pengertian statistik. Diantaranya    
          yaitu:
1.      Modenhall
       Statistik merupakan salah satu bidang sains yang berhubungan dengan ekstrasi informasi dari sebuah data numerik dan digunakan untuk membuat keputusan dari suatu populasi darimana data itu didapatkan.
2.      Kendal & Stuart
       Statistik merupakan cabang dari metode ilmiah yang berkaitan dengan pengumpulan data yang dikumpulkan dengan mengukur sifat-sifat dari populasi yang ditemukan.
3.      Asher
       Menurutnya statistik itu berkaitan dengan suatu langkah atau metode dalam menarik sebuah kesimpulan dari hasil uji coba.
4.      Mood, Graybill & Boes
       Mereka mengemukakan bahwa statistik merupakan suatu teknologi dari salah satu metode ilmiah dan berkaitan dengan percobaan, penyelidikan dan penarikan kesimpulan.
5.      Anderson & Bancroft
       Mereka mengungkapkan statistik sebagai ilmu & seni perkembangan juga metode yang paling tepat dan efektif dalam pengumpulan, mentabulasikan dan menginterprestasikan data-data kuantitatif
6.      Stoel Torrie
       Mengungkapkan statistik sebagai cara atau metode yang memberikan langkah-langkah guna untuk menilai ketidakpastian dari sebuah kesimpulan yang sifatnya induktif.
7.      Marguerrite F. Hall
       Statistik merupakan suatu teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, menganalisa, menyimpulkan dan mengadakan penafsiran data dalam bentuk angka.
8.      Freund & Walpole
       Menjelaskan statistik sebagai salah satu sains dalam pengambilan suatu keputusan yang belum pasti.
9.      Sudjana
       Menyimpulkan statistik sebagai suatu pengetahuan yang berkaitan dengan teknik-teknik atau cara-cara pengumpulan data, pengolahan, penganalisaan, penarikan kesimpulan, penyajian data dan publikasi dari data-data dalam bentuk angka.
10.  Sugiyono
       Menurutnya, statistik dalam arti sempit ialah sebagai data dan alat. Secara luas, statistik merupakan suatu alat dalam menganalisis dan mengambil sebuah keputusan.
11.  Prof. DRS. Sutrisno Hadi, MA
       Mengemukakan statistik sebagai salah satu cara untuk mengolah data & menarik sebuah kesimpulan serta keputusan yang logis dari sebiah pengolahan data.
12.  Prof. DR. Agus Irianto
       Menjelaskan statistik sebagai sekumpulan cara yang berhubungan dengan pengumpulan data, analisis data, penarikan kesimpulan dari data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan asumsi tertentu.
13.  Suntoyo Yitnosumarto
       Mengemukakan statistik sebagai sebuah informasi yang menggunakan metodologi & cara-cara perhitungan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul.
14.  . Ir. M. Iqbal Hasan, MM
       Mengemukakan statistik sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data yakni tentang tatacara pengumpulan data, pengolahan data, penganalisaan, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari suatu data dalam bentuk angka-angka.
B.     Pengertian Data
1.    Kristanto
Data merupakan suatu fakta mengenai objek dan dapat mengurangi derajat ke tidak pastian tentang hal keadaan atau kejadian.
2.      Lia Kuswayatno
Data merupakan suatu kejadian yang benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.
3.      Selamet Riyadi
Data merupakan sekumpulan informasi yang didapatkan dari pengamatan yang mana data dapat berupa angka-angka atau lambang.
4.      Wahyu Supriyanto & Ahmad Muhsin
Data merupakan bahan baku dalam sebuah informasi, atau kelompok yang teratur dengan simbol-simbol yang mewakili kuantitas, fakta, tindakan, benda, & sebagainya.
5.      Zulkifli A. M.
Menurut beliau, Data merupakan keterangan akan bukti mengenai sesuatu kenyataan yang masih mentah dan belum diolah.
6.      Gordon B. Davis
Data merupakan bahan mentah bagi informasi, yang dirumuskan sebagai kelompok lambang-lambang tidak acak yang menunjukkan jumlah-jumlah, tindakan-tindakan, hal-hal, dan sebagainya. Data-data dibentuk dari lambang grafis, yakni seperti *, $, & ~. Data- data disusun untuk mengolah tujuan-tujuan menjadi susunan data, susunan kearsipan, & pusat data/landasan data.
7.    Haer Thalib
Data merupakan sekumpulan fakta yang merupakan sebuah kejadian atau kenyataan.
8.      Arikunto
Data merupakan fakta dan angka-angka yang dapat di jadikan bahan sebagai penyusun sebuah informasi.
9.      Wikipedia
Data adalah catatan atas kumpulan fakta.  Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
10.   The Liang Gie
Data Merupakan Hal, peristiwa atau kenyataan lainnya apapun yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan/penerapan keputusan. Data ialah ibarat bahan mentah yang melalui pengolahan tertentu lalu menjadi keterangan (informasi).
C.    Pengertian Fariabel
1.      Hatch & Farhady (1981)
Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.
2.      Kerlinger (1973)
  Variable adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Misalnya : tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social, jenis kelamin, golongan gaji, produktifitas kerja, dll.
Variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian, Variabel itu merupakan suatu yang bervariasi.
3.      Kidder (1981)
Variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.
4.      Bhisma Murti (1996)
 Variable didefinisikan sebagai fenomena yang mempunyai variasi nilai. Variasi nilai itu bisa diukur secara kualitatif atau kuantitatif.
5.      Sudigdo Sastroasmoro
Variable merupakan karakteristik subyek penelitian yang berubah dari satu subyek ke subyek lainnya.
6.      Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007)
Variable adalah Konsep yang mempunyai variabilitas. Sedangkan Konsep adalah penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu. Konsep yang berupa apapun, asal mempunyai ciri yang bervariasi, maka dapat disebut sebagai variable. Dengan demikian, variable dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang bervariasi.
7.      Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)
Variable mengandung pengertian ukuran atau cirri yang dimiliki oleh anggota – anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. Variable adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu. Misalnya : umur, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, pengetahuan, pendapatan, penyakit,










Rabu, 22 Februari 2017



MAKALAH
KESEHATAN REPRODUKSI & KB
Critical Thinking dalam  Kesehatan Reproduksi dan KB

DOSEN PENGAMPUH : Nuzliati T. Djama, S.SiT.M.Kes
  Hetty Astri, SST.,M.Kes
  Nurdiana Lante, SST.M.Kes
                            
                            
OLEH
NAMA             :KHUSNUL KHOTIMAH
              SEMESTER        : IV (Empat)
               NIM              : PTE 153011150056


POLTEKES KEMENKES TERNATE
PRODI D-IV KEBIDANAN
2017

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

            Segala puji hanya bagi Allah yang telah melimpahkan Taufik, Hidayah dan InayahNya kepada saya, sehingga saya masih dapat menghirup nafas kaislaman sampai sekarang ini. Shalawat dan salam semoga tercurah pada junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW yang telah berjuang dengan semangatnya yang begitu mulia yang telah membawa saya dari jaman Jahilliyah kepada jaman Islamiyah.
            Dengan mengucap Alhamdulillah saya dapat menyusun makalah yang berjudul “Critical Thinking dalam Kesehatan Reproduksi dan KB ” saya ucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah membimbing saya dalam setiap materi tentang Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana, tidak lupa teman-teman yang senantiasa saya banggakan yang semoga kita selalu dalam lindungan Allah serta dapat berjuang dijalan Allah SWT.
            Saya menyadari tentunya makalah ini jauh dari sempurna, maka dari itu saya mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun tentunya. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila dalam penulisan masih terdapat kalimat-kalimat yang kurang dapat dipahami agar menjadi maklum.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




                                                                                    Ternate, 16 Februari 2017
Penyusun


DAFTAR ISI






BAB I

PENDAHULUAN


1.1   Latar Belakang

       Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial untuk kehidupan, pekerjaan, dan berfungsi efektif dalam semua aspek kehidupan lainnya. Berpikir kritis telah lama menjadi tujuan pokok dalam  pendidikan sejak 1942. Penelitian dan berbagai pendapat tentang hal itu, telah menjadi topik pembicaraan dalam sepuluh tahun terakhir ini (Patrick, 2000:1). Definisi berpikir kritis banyak dikemukakan para ahli.
       Kember (1997) menyatakan bahwa kurangnya pemahaman  pengajar tentang berpikir kritis menyebabkan adanya kecenderungan untuk tidak mengajarkan atau melakukan penilaian ketrampilan berpikir pada siswa. Seringkali pengajaran berpikir kritis diartikan sebagai problem solving, meskipun kemampuan memecahkan masalah merupakan sebagian dari kemampuan berpikir kritis (Pithers RT, Soden R., 2000).
       Review yang dilakukan dari 56 literatur tentang strategi pengajaran ketrampilan berpikir pada berbagai bidang studi pada siswa sekolah dasar dan menengah menyimpulkan bahwa beberapa strategi pengajaran seperti strategi pengajaran kelas dengan diskusi yang menggunakan pendekatan pengulangan, pengayaan terhadap materi, memberikan  pertanyaan yang  memerlukan jawaban pada tingkat berpikir yang lebih tinggi, memberikan waktu siswa berpikir sebelum memberikan  jawaban dilaporkan  membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir. Dari sejumlah strategi tersebut, yang paling baik adalah mengkombinasikan  berbagai  strategi.
       Faktor  yang  menentukan  keberhasilan program pengajaran ketrampilan berpikir adalah pelatihan untuk para pengajar. Pelatihan saja tidak akan berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan berpikir jika penerapannya tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan, tidak disertai dukungan administrasi yang memadai, serta program yang dijalankan tidak sesuai dengan populasi siswa (Cotton K., 1991).

1.2   Tujuan

1.    Tujuan umum
Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang Critical Thinking dalam Kesehatan Reproduksi dan Kb
2.    Tujuan khusus
1.      Menjelaskan Critical Thinking (Berfikir Kritis) dalam Asuhan Kebidanan
2.      Menjelaskan permasalahan kesehatan reproduksi remaja serta menanganinya
3.      Menjelaskan permasalahan keluarga berencana (kb) serta menanganinya

1.3   Manfaat

Agar masyarakat mengetahui tentang Critical Thinking (Berfikir Kritis) tentang Kesehatan Reproduksi dan Kb
2.      Bagi peneliti
Mengetahui dan menambah wawasan serta pengetahuan tentang Critical Thinking dalam Kesehatan Reproduksi dan Kb
3.      Bagi institusi
Memberikan penambahan informasi tentang Critical Thinking dalam Kesehatan Reproduksi dan Kb


BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Critical Thinking (Berfikir Kritis) dalam Asuhan Kebidanan

       Berpikir kritis adalah cara berpikir tentang subjek, konten, atau masalah yang dilakukan oleh pemikir secara aktif dan terampil secara konseptual dan memaksakan standar yang tinggi atas intelektualitas mereka. Dapat juga diartikan sebagai proses berfikir secara aktif dalam menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi yang dikumpulkan dan atau dihasilkan melalui observasi, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, sebagai acuan dalam meyakini suatu konsep dan atau dalam melakukan tindakan. Dalam pelaksanaannya, hal ini didasarkan pada nilai-nilai universal intelektual yang melampaui cabang suatu ilmu yang meliputi: kejelasan, akurasi, presisi, konsistensi, relevansi, bukti suara, alasan yang baik, kedalaman, luasnya ilmu, dan keadilan.
Dengan adanya proses berfikir kritis diharapkan dapat:
a.    Menimbulkan pertanyaan penting terkait topik/masalah yang sedang difikirkan, kemudian dapat merumuskan masalah dengan jelas dan tepat
b.    Mengumpulkan dan menilai informasi yang relevan, menggunakan ide-ide abstrak untuk menafsirkan secara efektif terkait kesimpulan yang beralasan dan solusi pemecahan masalah, menguji alternatif pemecahan masalah terhadap kriteria dan standar yang relevan
c.    Berpikir terbuka dalam sistem pemikiran alternatif, mampu mengakui dan menilai setiap permasalahan dengan asumsi yang beralasan, dapat menimbulkan implikasi, dan konsekuensi praktis
d.   Berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dalam mencari tahu solusi untuk masalah yang kompleks.
       Proses berfikir kritis memerlukan komunikasi yang efektif dan kemampuan pemecahan masalah serta komitmen untuk mengatasi sikap egois dan tertutup, dengan prosedur:
a.    Mengenali masalah untuk menemukan cara-cara yang bisa diterapkan guna memecahkan masalah tersebut
b.    Memahami pentingnya prioritas dan urutan prioritas dalam pemecahan masalah
c.    Mengumpulkan dan menyusun informasi yang terkait (relevan)
d.   Mengenali asumsi yang tak tertulis dan nilai-nilai
e.    Memahami dan menggunakan bahasa dengan akurat, jelas, dan tajam
f.     Menafsirkan data untuk menilai bukti dan mengevaluasi argument/ pendapat
g.    Menyadari keberadaan hubungan logis antara proposisi
h.    Menarik kesimpulan dan generalisasi yang dibenarkan
i.      Menguji kesimpulan dan generalisasi masalah
j.      Merekonstruksi pola yang telah diyakini atas dasar pengalaman yang lebih luas
k.    Memberikan penilaian yang akurat tentang hal-hal tertentu dan kualitas dalam kehidupan sehari-hari.
       Singkatnya, tiga kunci utama untuk dapat berfikir kritis: RED (Recognize assumptions, Evaluate arguments dan Draw conclusions) = mengenali masalah, menilai beberapa pendapat, dan menarik kesimpulan. Dalam menyimpulkan hasil pemikiran kritis, diperlukan upaya gigih untuk memeriksa setiap keyakinan atau pemahaman akan pengetahuan berdasarkan dukungan bukti ilmiah (evidence based) yang mendukung kecenderungan pengambilan kesimpulan tersebut.
       Proses berfikir kritis merupakan kerangka dasar bidan dalam memberikan asuhan kebidanan, dalam bingkai manajemen kebidanan. Sehingga, apabila bidan memberikan asuhan kebidanan kepada klien dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen kebidanan dengan sistematis dan terpola, maka bidan tersebut telah menerapkan proses berfikir kritis. Penerapan dalam asuhan kebidanan ibu hamil adalah dengan melaksanakan antenatal care sesuai dengan program yang telah disepakati sebagai upaya pencegahan dan penanganan secara dini penyulit dan kegawatdaruratan yang mungkin terjadi pada saat kehamilan, dengan menerapkan manajemen kebidanan, sehingga diharapkan proses kehamilan dapat berjalan dengan baik, ibu dapat melahirkan bayinya dengan sehat dan selamat.

2.2 Permasalahan Kesehatan Reproduksi Remaja dan Menanganinya

       Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi yang sehat yang menyangkut system, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Kaum remaja Indonesia saat ini mengalami lingkungan sosial yang sangat berbeda daripada orangtuanya. Dewasa ini, kaum remaja lebih bebas mengekspresikan dirinya, dan telah mengembangkan kebudayaan dan bahasa khusus antara grupnya. Sikap-sikap kaum remaja atas seksualitas dan soal seks ternyata lebih liberal daripada orang tuanya, dengan jauh lebih banyak kesempatan mengembangkan hubungan lawan jenis, berpacaran, sampai melakukan hubungan seks.
Adapun masalah kesehatan reproduksi remaja yaitu sebagai berikut:
1.      Masalah Kehamilan Remaja
       Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.
2.      Masalah Aborsi
       Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.
Adapun solusi dan strategi yang ditawarkan dan kedepannya bisa diterapkan untuk permasalahan kesehatan reproduksi remaja adalah sebagai berikut:
a)        Menciptakan kebijakan yang melibatkan remaja baik sebagai partisipan aktif maupun pasif. Tahap awal penentuan kebijakan dalam penanggulangan kesehatan reproduksi remaja adalah mengerti dunia remaja itu sendiri. Pemerintah seharusnya mengadakan survei dan penelitian tentang kondisi kesehatan reproduksi remaja di Indonesia. Penelitian sebaiknya dilakukan menyeluruh di semua wilayah Indonesia dan tidak boleh hanya memilih beberapa daerah sebagai cluster sampling. Setiap daerah memiliki pola hidup dan kebudayaan yang berbeda serta tingkat perkembangan yang berbeda sehingga secara tidak langsung pengaruh globalisasi dan arus informasi terhadap kesehatan reproduksi berbeda pula. Sebagai contoh kota Jakarta mungkin masih lebih baik dibandingkan kota Malang karena informasi yang diterima berbeda.
b)       Menyusun suatu Undang-undang dan peraturan pemerintah yang didalamnya membahas kesehatan reproduksi. Isi kebijakan sebaiknya tidak hanya hukuman atau denda bagi pelanggar kesehatan reproduksi tetapi akan lebih baik bila didalamnya ditekankan pada strategi promotif dan preventif terhadap masalah kesehatan reproduksi yang ada.
c)  Pelayanan-pelayanan kesehatan bagi remaja sebaiknya tidak hanya mengenai aspek medis kesehatan reproduksi, tetapi hendaknya juga menyangkut hubungan personal dan menyangkut nilai-nilai moral melalui Pendidik sebaya (Peer Educator).
d)       Menggalang kerja sama dengan semua stakeholder baik pemerintah, swasta, LSM, organisasi profesi serta organisasi kemasyarakatan berdasarkan prinsip kemitraan dalam penyelenggaraan program dan pembinaan remaja.
e)       Melakukan kampanye Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Film/Video Komunitas. Strategi ini kedepannya perlu ditingkatkan mengingat hasil yang didapatkan cukup efektif karena remaja cenderung akan lebih merespon dan tertarik untuk belajar tentang kesehatan reproduksi nya melalui media film dan video.
f)         Pemberian pengetahuan dasar kesehatan reproduksi kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik. Pengetahuan yang diberikan antara lain terkait:
   Tumbuh kembang remaja: perubahan fisik/psikis pada remaja, masa subur, anemi dan kesehatan reproduksi
   Kehamilan dan melahirkan: usia ideal untuk hamil, bahaya hamil pada usia muda, berbagai aspek kehamilan tak diinginkan (KTD) dan abortus
    Pendidikan seks bagi remaja: pengertian seks, perilaku seksual, akibat pendidikan seks dan keragaman seks
    Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS
    Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
    Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
    Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
    Kemampuan berkomunikasi: memperkuat kepercayaan diri dan bagaimana bersifat asertif
    Hak-hak reproduksi dan jender.
g) Memperbaiki komunikasi antar orang tua dan anak. Empowering keluarga untuk meningkatkan ketahanan non fisik menghadapi arus globalisasi dengan cara memperkuat sistem agama, nilai dan norma di dalam keluarga merupakan alternatif utama. Keluarga bertugas mempertebal iman remaja dan pemuda dengan meningkatkan pemahaman nilai-nilai agama, norma, budi pekerti dan sopan santun
h)  Dari pihak pemerintah juga diharapkan adanya kegiatan berwawasan nasional misalnya memperketat sensor arus informasi dan budaya asing, menunjang pembentukan sarana bagi pengembangan remaja dan lain-lain.
3.  Kanker serviks
       Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina). Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.
Solusi/Pencegahannya:
       Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
         Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
         Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah
            aktif secara seksual
         Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan
             kontak secara seksual
         Tentunya memelihara kesehatan tubuh
3.   Keputihan
            Kebanyakan pada wanita mengalami keputihan. Keputihan didefinisikan sebagai keluarnya cairan dari vagina. Cairan tersebut bervariasi dalam konsistensi (padat,cair,kental) dalam warna (jernih, putih, kuning, hijau) dan bau (normal, berbau). Sebagian wanita menganggap cairan yang keluar dari vagina masalah biasa, ada juga yang menganggap masalah keputihan mengganngu aktifitas sehari-hari.
     Masalah yang perlu diwaspadai adalah apakah keputihan tersebut normal atau ada status kelainan/penyakit.
    Beberapa contoh penyebab keputihan adalah :
         Vaginitis atropik, timbal pada usia lanjut (menopause), biasanya disertai rasa nyeri akibat kurangnya hormon estrogen.
         Obat – obatan seperti : antibiótica, obat kontrasepsi yang mengandung estrogen.
         Radiasi pada organ reprodukdi, penyinaran pada organ reproduksi dapat menyebabkan rangsangan pengeluaran cairan keputihan.
         Adanya benda asing seperti adanya benang, kas tampon atau benda lain yang secara sengaja/tidak sengaja ada di jalan lahir (vagina).


Solusi :
1.    Jagalah kebersihan daerah organ reproduksi untuk mencegah beberapa penyakit/penyebab keputihan.
2.   Jangan menggunakan obat-obatan untuk pembilasan vagina secara rutin dan berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya flora normal yang ada di vagina yang bertugas melindungi terhadap kuman dari luar.
3.  Hindari stress yang berlebihan.
4.    Pada penderita diabetes usakan kadar gula yang stabil.
5.    Segera ke dokter bila keputihan berlebihan.

2.3 Permasalahan Keluarga Berencana ( KB) dan Menanganinya

1.      dr Jualianto Witjaksono AS., MGO., Sp.OG(K)., Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan Sekitar 50 persen dari seluruh pasangan yang sudah mempunyai 2 orang anak, mengaku tidak mau punya anak lagi kemudian memasang KB. Tapi kebanyakan dari mereka justru drop out, alias punya anak lagi. Itu kan berarti anaknya di luar rencana. Program KB-nya gagal, Rupanya bukan hanya upaya pemasangan yang terganjal kendala, ternyata jenis KB yang dipasangkan pada pasien pun masih banyak yang salah sasaran.
Menanganinya:
a.       Berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau bidan mana kontrasepsi yang cocok bagi dirinya
b.      Pemasangan alat kontrasepsi tersebut harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan profesional
2.    Anggapan keliru mengenai cara-cara pencegahan kehamilan meskipun dewasa ini telah tersedia berbagai pilihan alat kontrasepsi, dan dengan tingkat keberhasilan yang beragam, tidak sedikit orang yang masih keliru dalam memahami tentang cara pencegahan kehamilan secara benar sehingga timbul mitos-mitos.


Menanganinya:
a.       Petugas kesehatan terutama bidan memberikan penyuluhan atau konseling tentang pencegahan kehamilan secara benar menggunakan alat kontrasepsi
b.      Petugas kesehatan terutama bidan juga harus bisa mengubah dan menghapus pola pikir masyarakat tentang mitos-mitos
c.       Tidak hanya petugas kesehatan yang memberikan penyuluhan tentang alat kontrasepsi ini tetapi orang yang di anggap percaya pada suatu masyarakat contohnya Bu Lurah, Bu RT atau Bu RW yang sudah di bekali ilmu tentang KB  juga bisa memberikan penyuluhan kepada warganya dan lebih dekat akan lebih baik.




BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

              Berpikir kritis adalah cara berpikir tentang subjek, konten, atau masalah yang dilakukan oleh pemikir secara aktif dan terampil secara konseptual dan memaksakan standar yang tinggi atas intelektualitas mereka.Masalah kesehatan reproduksi pada remaja diantaranya yaitu masalah kehamilan remaja, masalah aborsi, kanker servik dan keputihan dan juga berbagai masalah keluarga berencana(KB).Dalam menangani berbagai masalah kesehatan reproduksi dan kb perlu di lakukan critical thinkinng untuk menangani masalah masalah tersebut.

3.2 Saran



DAFTAR PUSTAKA